Image of The Smiling General: President Soeharto of Indonesia

Text

The Smiling General: President Soeharto of Indonesia



Aku suka buku ini, suka cara penulis menuturkan kisah tentang penguasa Orde Baru ini. Sepertinya dia benar-benar berusaha menggali informasi tentang Soeharto, sampai datang ke Kemusu untuk mengetahui bagaimana dia lahir dan melewati masa kecilnya. Buku ini memberikan gambaran tentang babak hidup Soeharto, yang menurut penulis berhubungan dengan kebijakan-kebijakan dia saat memimpin Indonesia.

Dalam buku itu, Roeder antara lain menyebutkan bahwa sSaat menjadi pejabat militer, Soeharto selalu berusaha memastikan para tentara mendapatkan cukup pasokan pangan dan pakaian. Saat akhirnya diangkat menjadi presiden pun, prioritas utamanya memperbaiki ekonomi.

Semua itu, menurut Roeder tidak lepas dari masa-masa sulit Soeharto semasa kecil sampai remaja. Dia lahir di Kemusu, Yogyakarta, tahun 1921. Ayahnya seorang ulu-ulu, yang cita-cita tertingginya melihat anak lelakinya bisa menggantikan pekerjaannya sebagai ulu-ulu. Umur dua tahun, saat orang tuanya bercerai, Soeharto dititipkan ke neneknya yang seorang dukun bayi. Umur empat tahun dia kembali ke ibunya yang sudah menikah lagi. Tapi pad umur sembilan tahun dia kembali dititipkan ke rumah keluarga Prawiroardjo, bibinya. Umur 15 tahun dia dititipkan ke keluarga Hardjowiyono di Wonogiri, lalu dititipkan lagi ke Kiai Darjatmo. Menjadi anak yang dititipkan, berarti Soeharto harus membantu semua pekerjaan induk semangnya, dari mencuci, bersih-bersih sampai memasak. Hidupnya tidak mudah.

Menurut Roeder, Soeharto tidak merambah politik karena haus kekuasaan atau menjalankan misi suci seperti pendahulunya. Menurut penulis, dia hanya orang Jawa yang kemudian menjadi tentara yang realistis dan pragmatis.

Dan aku suka bagian akhir buku Roeder ini:

Indonesia's history did not begin and will not end with the name of Soeharto. Much has been said in praise of him and much in criticism... One fact can not be doubted: Soeharto has closed one chapter of Indonesian's history and he has opened another. This is the historical merit of the son of landless Javanese peasant, who became a general and then head of state of a proud nation...


Ketersediaan

P135S092.Roe.sTersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
092.Roe.s
Penerbit : Djakarta.,
Deskripsi Fisik
x, 280 hlm. : ilus. ; 24 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
2
Subyek
-
Info Detil Spesifik
x, 280 hlm. : ilus. ; 24 cm.
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this